Tabloid PULSA
Tampilkan postingan dengan label liburan?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan?. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

[Poto] Berat mana Pekerjaan Anda dengan Mereka

Pekerjaan anda berat??
Anda yakin itu??
Jangan pernah mengeluh seberat apapun pekerjaan Anda sebelum melihat foto-foto ini!






Gimana??
Lebih berat mana dengan pekerjaan anda??

Syukurilah nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya


Read more »

Rabu, 30 November 2011

Hari Menanam Pohon Indonesia (Perlu atau Tidak)


Kemaren saya nemu ginian nih di facebook..
Semacam berita live report gitu lah. Setelah mebaca isinya, timbul pertanyaan dibenak saya. Bagusya kita baca dulu deh beritanya berikut ini


Hari ini saya mendampingi Presiden SBY & Ibu Ani Yudhoyono menghadiri acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon (BMP) Tahun 2011 di Bukit Merah Putih, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 28 November 2011. Acara ini bertema "Sukseskan Penanaman Satu Miliar Pohon."

Acara td juga dihadiri Wakil Presiden & Ibu Herawati Boediono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, & bberp menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Hadir pula pimpinan MPR, DPR, DPD, sejumlah ketua partai politik, TNI, Polri, & duta besar negara sahabat.

Peringatan ini merupakan salah satu upaya menumbuhkan budaya menanam di masyarakat. Tercatat program penanaman yg telah dilaksanakan Kementerian Kehutanan antara lain Aksi Penanaman Serentak Indonesia (tahun 2007 dan 2008), Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (tahun 2007), Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia & Bulan Menanam Nasional (tahun 2008), serta Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree - tahun 2009)

Keberhasilan seluruh program tsb memacu pemerintah utk meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2010 dgn motto “Satu Miliar Pohon Indonesia untuk Dunia” atau “One Billion Indonesian Trees for the World”. Realisasi Program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2010 tercapai 1,7 milyar pohon, atau setara dgn 10.675.000 ton CO2.

Gerakan penanaman & pemeliharaan pohon, hrs terus digelorakan & dilakukan scara kontinyu pd setiap thn masa tanam. Dalam waktu 5 sampai 10 thn mendatang, bangsa Indonesia akan menikmati indahnya bumi Indonesia hijau berseri dgn masyarakatnya yg sejahtera, jauh dr bencana.

Secara individu, secara keluarga, kelompok, RT, RW, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Wilayah, hingga Pemerintah Daerah hrs diupayakan berpartisipasi melakukan penanaman pohon. Kita hrs mulai dr diri sendiri, kita mulai dr lingkungan kita sendiri, kita mulai dari sekarang.

Mari bersama kita dukung Penanaman 1 Milliar Pohon Tahun 2011, ONE BILLION INDONESIAN TREES FOR THE WORLD!



Pertanyaannya apakah itu semua memang harus dilakukan??
Menurut saya jawabannya TIDAK!!!
Mengapa??

Pertama, kita tidak perlu mengadakan kegiatan-keigiatan diatas jika kita tidak merusak apa yang telah ada. Contohnya hutan kalimantan sekarang ini, dulu merupakan paru-paru dunia sekarang hutan-hutan tersebut sudah beralih fungsi menjadi pertambangan. Pertambangan dalam hal ini seperti tumor ganas yang siap mematikan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia. Dalam beberapa kejadian pertambangan di izinkan karena katanya untuk menambah keuntungan bagi daerah dan negara, toh keuntungan itu tidak sebanding dengan akibat yang dihasilkan, dan juga keutungan yang ada hanya untuk segelintir orang saja. Masyarakat sekitar kah yang untung?? TIDAK!! Yang untung adalah mereka yang punya kepentingan dan jabatan. Masyarakat sekitar hanya dapat efek sampingnya saja. Daerha yang dulunya jarang bahkan tidak pernah banjir sekarang jadi langganan banjir. Belum lagi menurunnya kualitas udara disekiar.

Kedua, Kegiatan ini tidak perlu dilakukan jika pemerintah tegas dalam menerapkan peraturan yang ada. Yang saya tau setiap perusahaan setelah masa operasinya habis berkewajiban mengembalikan keadaan disekitar pabrik atau tambang seperti semula dengan prgram reklamasi. Jika semua perusahan menerapka itu maka tidak akan ada lahan yang kosong. Terus kenapa masih ada lahan yang kosong yang mampu menampung 1 miliar pohon dari program pemerintah??  Pikirkan lah jawabannya..

Ketiga, kegiatan ini menjadi celah untuk memperkaya diri bagi orang yang berkecimpung didalamnya. Kenapa saya mengatakan demikian?? Pengalaman saya ikut salah satu program ini beberapa tahun yang lalu, hasil yang didapatkan tidak memuaskan, dari sekian banyak bibit yang ditanam tidak sampai 30% yang tumbuh dan bisa dimanfaatkan. Jika benar benar tumbuh dan bisa dimanfaatkan kenapa program ini terus berlanjut tiap tahunnya?? 
Ada bebarapa alasan kenapa bibit yang ditanam tidak bisa tumbuh diantaranya, karena hanya mengejar target jumlah bibit yang ditanam sehingga tidak memandang kualitas dari bibit tersebut dan juga perawatan yang kurang. apakah mungkin dana kegiatan Cuma buat penamanan tanpa ada buat perawatan?? Kalau memang betul sungguh bodoh orang yang merencanakan kegiatan tersebut.  Kalau salah mengapa bibit yang ditanam tidak terlihat hasilnya???

Tanggapan pembaca bagaimana??
Read more »

Kamis, 24 Maret 2011

Hari Air Sedunia: Air dan Permasalahanya

Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 22 Maret. Inisiatif peringatan Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992
Kita mungkin beranggapan bahwa air yang kita pakai ada terus-menerus dari sumbernya tidak akan habis. Ada fakta seputar air yang menarik mengenai air di bumi ini yaitu jumlah total air yang ada di bumi ini saat ini relatif sama dengan jumlah total air saat bumi tercipta. Jumlahnya memang sama tapi yang berubah adalah bentuknya. Akan tetapi dari tahun ketahun kualias air tersebut terus menurun akibat adanya pencemaran. 
Menurut data, 70% permukaan bumi adalah air, yang mana dari semua air yang ada dimuka bumi hanya 3% yang merupakan air tawar dan sisanya 97 % merupakan air asin. Prosentasi air tawar tadi terbagi menjadi beberapa bentuk, yakni es, air tanah, air permukaan dan uap air, yang mana tidak semua air tawar layak untuk dijadikan air minum. 
Ketergantungan manusia akan air sampai sekarang tidak bisa tergantikan . Kita mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi tidak terlepas dari kebutuhan akan air, coba dihitung sendiri jumlahnya dari minum, mandi, mencuci dan kegiatan-kegiatan lainnya. Itu yang dihitung baru untuk kita sendiri belum lagi untuk seluruh penduduk di dunia ini saat ini. Dan bayangkan berapa banyak air yang dibutuhkan penduduk dunia 10, 20 atau 50 tahun mendatang, dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.
Kondisi dimana kebutuhan akan air terus meningkat setiap tahunnya ini, berbanding terbalik dengan kondisi kualitas air yang semakin menurun, akibat dari pencemaran. Kondisi ini tentu akan mengancam pemenuhan kebutuhan akan air dimasa yang akan datang. 
Di daerah Banjarmasin pemanfaatan air sungai pun kian terbatas, karena kadar pencemar yang telah melewati ambang batas, contohnya sungai Martapura pada tahun 2008 kandungan mercury (Hg) mencapai 5,876 padahal ambang batas normalnya hanya 0.001, besi (Fe) mencapai 16,209 ambang batas normalnya 0,3, dan Timbal (Pb) mencapai 0,125 ambang batas normal 0,3. Kandungan logam berat ini tidak akang hilang jika air hanya dipanaskan saja. 
Permasalahan air di kota besar tidak hanya mengenai kebutuhan akan air untuk keperluan kegiatan sehari-hari, tetapi juga masalah penanganan genangan air hujan. Air hujan yang seharusnya mengalir memalalui got atau saluran drainase lainnya, terhalang oleh tumpukan sampah, atau bahkan bangunan yang berdiri tidak sesuai tempatnya, sehingga mengakibatkan genangan. Yang mana genangan-genangan air ini akan mengurangi estetika keindahan, bahkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan penyakit. Belum lagi jika curah hujan tinggi sehingga dapat menimbulkan banjir yang tentu saja akan menimbulkan masalah baru.

Read more »

Selasa, 15 Maret 2011

Sebuah Cerita

22 tahun sudah dari hari itu, tepat dimana seorang anak manusia terlahir dalam keadaan sehat sempurna. Lahir dari seorang ibu rumah tangga biasa yang cuma bisa menunggu nafkah dari suami tercinta. Suaminya pun juga bukan siapa-siapa, cuma seorang buruh di sebuah perkebunan yang cukup berjaya di masanya.

Sekarang, sungguh sangatlah berbeda dari yang diharapkan oleh kedua orang tuanya apalagi Dia. Sejak umur kurang dari 3 tahun sudah berpisah dengan Ibu dan adiknya karena hal yang masih tak bisa dimengertinya sampai sekarang. Tak sampai disitu yang Ayah pun meninggalkannya untuk selamanya ketika umurnya masih kurang dari 5 tahun. Mungkin itu lah suratan takdir untuknya dan keluarga kecilnya.

Sejak hari kepergian Ayahnya, Dia cuma bisa tinggal bersama Kakek Neneknya yang masih setia merawatnya hingga umurlah yang memisahkan mereka. Itulah perjalanan nasib seseorang yang telah ditentukan sejak Dia masih dalam kandungan.

Sekarang, dia sudah cukup dewasa, sudah bisa membedakan baik buruk suatu perbuatan, tapi masih perlu akan sebuah bimbingan dan peringatan. 

Ayah, Ibu, Kakek, Nenek dan semuanya, meskipun kalian ada jauh disana do'akan lah anak keturunanmu ini agar jadi manusia yang berguna, yang bisa membuat kalian bangga akan keberadaan dirinya. Jangan biarkan dia terjerumus kedalam jurang kenistaan yang akan membawanya kedalam suatu ketidakpastian.

Yang terakhir ku panjatkan syukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan kesehatan, riski dan kesempatan untuk saya hingga bisa hidup sampai sekarang ini.

yup, tanpa lilin, tanpa kue, dan tanpa apa-apa..
SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK SAYA.


Terimakasih Kepada Semua orang yang telah bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk ku..
Jasa kalian takan mungkin bisa ku balas sepenuhnya, tp aku berjanji akan membuat kalian bangga, dan tidak kecewa telah merawatku..


Banjarbaru, 15 April 2011
(Renungan akan sebuah pengorbanan)
Read more »

Minggu, 21 Juni 2009

Wisata Hijau Jakarta


Ternyata di Jakarta masih tersisa ruang hijau yang bisa menjadi alternatif tujuan wisata. Ingin tahu di mana saja?

WWF-Indonesia bekerja sama dengan Peta Hijau Jakarta mengadakan tour setengah hari “Wisata Hijau Jakarta”. Tour ini mengajak Anda menjelajahi dan menikmati potensi wisata alternatif dalam kota yang ramah lingkungan dengan menggunakan sarana transportasi publik, bus transjakarta.

TIGA lokasi Hijau yang akan dikunjungi:
  • Waduk Setiabudi
  • Waduk yang terletak di pusat kota Jakarta ini dibuat tahun 1973, berfungsi sebagai pengendali banjir untuk wilayah Kuningan, Menteng dan Menteng Atas. Di waduk ini, kita akan mengamati proses pengolahan air (water treatment) dan habitat waduk.

  • Taman Tangkuban Perahu
  • Ruang terbuka yang cukup besar di Jakarta, lengkap dengan sarana bermain anak dan fasilitas jalan berbatu untuk refleksi dan terapi. Di taman ini, kita akan mengenal berbagai jenis burung dan pohon yang hidup di sekitar taman serta mempelajari sejarah Taman Tangkuban Perahu.

  • Rumah Hijau
  • Mengunjungi rumah unik yang menggunakan konsep hemat energi dan ramah lingkungan. Rumah ini pernah mendapat penghargaan rumah hunian terbaik IAI 2005.

Kapan?

Sabtu, 4 Juli 2009, pukul 8.00 – 12.30 WIB

Segera catat di kalender ANDA dan ikut bergabung! Pendaftaran paling lambat 1 Juli 2009.

Agenda

08.00 - 08.30 Registrasi ulang di kantor WWF-Indonesia
08.30 – 10.00 Mengunjungi Waduk setiabudi
10.00 – 11.00 Mengunjungi Taman Tangkuban Perahu dan Rumah Hijau
11.00 - 12.30 Ishoma di rumah hijau
12.30 Kembali ke kantor WWF

Ingin ikut?

Hubungi WWF-Indonesia dengan Aan di (021) 5761070 ext. 442 atau email nanisah@wwf.or.id.

Tour ini hanya untuk Supporter WWF yang sudah terdaftar atau pendaftar baru. Biaya tour Wisata Hijau Jakarta adalah Rp 75.000,- sudah termasuk tiket busway, snack, makan siang, dan souvenir dari WWF. Peserta juga akan mendapat hadiah-hadiah menarik dari WWF.

Buruan daftar, tempat terbatas!
Read more »

Rabu, 10 Juni 2009

Kunjungan Ke JAFPA PT. Multhipala Agrinusa Bati-Bati

Pada hari selasa (2 Juni 2009) kami mahasiswa Teknik Lingkungan Unlam angkatan 2007 melakukan kunjungan lapangan ke perusahaan milik Jafpa grup yakni di PT. MULTIPHALA AGRINUSA yang beralamatkan di Jl. A. Yani Km 3,5 Desa Nusa Indah, Kec. Bati-bati Kalimantan Selatan. Perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan pakan ternak. Meskipun kegiatan yang sempat tertunda karena kurangnya komunikasi dengan bagian kemahasiwaan fakultas sehingga biaya keberangkatan pun dibebankan pada mahasiwa.
Jam keberangkatan pun ditentukan pada pukul 14.00 tp karena masih menggu dosen pendamping terpaksa keberangkatan tertunda sekitar 30 menit, sekitar 1 jam perjalan menuju ke Bati-bati yah agak cape juga karena aq Cuma berdiri aja habis. Meskipun udah paje 2 bis masih aja kursinya cukup tuk semua mahasiwa Teknik Lingkungan yang ditambah 3 dosen 2 bagian administrasi.
Di sana kami disambut dengan ramah oleh bagian humas dan dijamu dengan kue (untung bukan pakan ternak, heeee habis kata temen-temen angkatan 2008 waaktu kujungan ke Indofood mereka di jamu dengan Pop Mie yang perusahaan itu produksi....)setelah mendengarkan sedikit penjelasan mengenai proses produksi baik itu dari bahan baku, alat produksi sampai produk yang dihasilkan kami berkesempatan untuk berkeliling ke tempat produksi yang menggunakan alat-alat yang modern.
Sayang seribu kali sayang karena kami berangkat terlalu siang malah udah menjelang sore kami ga bisa berkeliling kesemua tempat dibagian produksi, kami hanya sempat melihat alat untuk memelet pakan, ruang kontrol dan meliat dari luar ruang pengeringan jagung dan ruang penyimpanan jagung, padahal katanya pengunjung bisa melihat keatas sampai puncak pada ketinggia 3 meter...wah tinggi juga,.
Setelah puas berkeliling pertemuan pun di akhiri dan kami di beri kesempatan tun berfoto ria di tempat-tempat yang do bolehkan..sekitar jam 17.30 kami pun pamitan tuk pulang ke Banjarbaru ge...untung pas pulang bisa duduk hee ga cape berdiri ge deh saking enknya ampe ada yang ketiduran, sebelum azan magrib berkumndang kami dah sampai ge di Banjarbaru sebelum pulang ke rumah masing-masing kami dapat pengarahan dulu tentang teknis pembuataan laporan kunjungan lapangan tadi karena ada materi yang ga diberikan disana. Bikin laporsn ge senin 8 Juni 2009 dikumpul n langsung dpersentasikan. Mudahan nilainya bagus... amin....
Read more »

Sabtu, 20 Desember 2008

Kunjungan lapangan Ke PDAM Bandarmasih


Rabu, 12 Nonember 2008, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2007 mengadakan studi lapangan ke instalasi pengolahan air minum Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih di Banjarmasin yang difasilitasi oleh Yayasan Studi Pena;. Studi lapangan ini merupakan bagian dari program mata kuliah Mekanika FLuida. Diharapkan studi lapangan ini dapat menjadi pendukung teori tentang aliran Fluida yang di dapat di bangku kuliah.

PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin memiliki 2 instansi pengolahan air yaitu IPA I yang terletak di jalan Jendral A. Yani No. 12 Banjarmasin yang menggunakan air baku dari sungai Martapura, dan IPA II yang terletak di jalan Pramuka Km. 6 Banjarmasin dengan air baku yang berasal dari Sungai Pematang dan Sungai Tabuk. Air bersih hasil pengolahan PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin didistribusikan hampir keseluruh wilayah yang ada di Banjarmasin. Untuk meningkatkan distribusi air bersih dan pelayanan kepada masyarakat maka PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin mengupayakan dan mengoptimalkan debit air. Usaha yang ditempuh adalah dengan cara membangun instalasi pengolahan air secara selektif dan efisien.

Pengelolaan dan produksi air minum IPAM Serpong ini dilakukan oleh pihak daerah dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin.Saat ini kapasitas produnksi di IPA I mencapai 560 L/det dan kapasitas produnksi di IPA II mencapai 1.000 L/det. Dengan intake dari sungai Tabuk dan sungai Bilu.
Read more »

Jumat, 08 Agustus 2008

PERJALANAN STUDY EXECURSI

Kemaren pada tanggal 28-29 Juli 2008 kami Mahasiswa Teknik Lingkungan UNLAM mengadakan Perjalan Studi Execursi dengan tujuan PT. GMK yaitu pabrik yang membidangi pembuatan minyak dari kelapa sawit dan ke RSD Kota Baru.
Setelah hampir 5 jam diperjalanan kami sampai juga ditujuan pertama yaitu PT GMK.Ketika sampai di PT GMK kami diberi penjelasan bagaimana aliur kerja perusahaan dari pemetikan kelapa sawit sampai menghasilkan minyak goreng oleh seorang staf perusahaan.
Setelah itu kami diajak berkeliling untuk melihat secara langsung bagaimana proses kerjanya, sayangnya pada hari itu proses kerja libur jadi kami hanya bisa melihat-lihat alat-alat yang digunakan pada proses pembuatan minyak.


Di pabrik itu limbah tidak langsung dibuang begitu saja, tetapi dproses kembali agar dapat digunakan kembali. Seperti limbah tangkai kelapa sawit dikumpulkan dan digunakan langsung sebagai bahan bakar pada proses pemanasan kelapa sawit sehingga dapat mengurangi biaya prosunksi. Limbah cair tidak bisa dimanfaatkan secara langsung tetapi dikumpulkan pada waduk buatan dan dproses secara kimia agar kandungan zat-zat berbahayanya berkurang. di sana terdapat 10 waduk buatan, yang terdiri dari 4 waduk pengumpulan pertama, 3 waduk pengumpuilan kedua dan 3 waduk temapt penampungan akhir. Tiap waduk pengumpulan ketinggiannya berbeda-beda mulai dari tempat pengumpulan pertama dan terakhir pengumpulan ketiga. Pada waduk pengumpulan pertama kandungan zat-zat berbahayanya paling tinggi dan semakin berkurang pada waduk berukitnya. Air pada waduk ketiga sudah dapat digunakan sebagai air untuk penyiraman tanaman kelapa sawit.

Setelah selseai kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Kotabaru dengan lama perjalanan kurang lebih 7 jam dari PT GMK. Kami sampai di Kotabaru sekitar pukul 10 malam. Di sana kami menginap di Hotel Samudra 2.

Pada hari kedua kami semua berangkat menuju RSD Kotabaru. Di sana kami disambut dengan baik oleh satf rumah sakit. Kami mendapat penjelasan bagaimana proses pengolahan air limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit. Dan diberi kesempatan untuk melihat-lihat bagaimana prosesnya.

RSD Kotabaru memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan lata-alat yang modern sehingga dapat mengolah seluruh limbah sebelum dibuang ke lingkungan sekitar.




Hasil dari pengolahan limbah ini tidak dipergunakan untuk kegiatan kemanuaian dan pertanian, tetapi langsung dibuang ke laut untuk kegiatan perikanan.
Sebelum pulang dari Kotabaru kami mampir sebentar di temap wisata sarang tiung. Di sana kami bermain dan melihat pemandangan.

Pada pukul 4 waktu setempat kami memulai perjalan untuk kembali pulang. Ketika diatas fery penyeberangan dari Kotabaru menuju Batulicin bertepatan dengan terbenamnya matahari yang menajadkan pemandangan sekitar lebih indah.

Kami sampai kembali di bajarbaru sekitar pukul 5 pagi. Dan langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing.
Read more »

 
Powered by Blogger