Tabloid PULSA
Tampilkan postingan dengan label IMTLI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMTLI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

Hari Lingkungan Hidup 2011


Kemaren, eh bukan kemarennya lagi deh (sekarang kan udah tanggal 7). Tepatnya tanggal 5 Juni 2011 yang merupakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia  temen2 dari Mahasiswa Teknik Lingkungan UNLAM melaksakan acara Puncak Kegiatan yang dibuat untuk merayakan hari Lingkungan Hidup Sedunia 2011.

Pada puncak acara yang jatuh pada hari minggu tanggal 5 Juni tersebut, diadakan acara fun walk dengan hadiah utama 1 Unit televisi. Selain fun walk juga ada beberapa acara pendukung yang dilaksanakan sekitar 1 bulan terakhir, ada Lomba daur ulang, Pertandingan basket, Pengenalan Biopori, Lomba Photografi ,  Bazar dan Festival Band Indie.

Pada puncak peringatan itu juga secara resmi dibuka dan diperkenalkan kepada masyarakat sekiat Banjarbaru komunitas Ratik Bank Community (RBC). yang mana komunitas ini membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menabung sampah yang dihaslkan dari rumah mereka. Ngapain sampah ditabung? mending dibuang selesai deh perkara!. Eits jangan salah, Komunitas ini menerima tabungan sampah dari masyarakat dan jika telah memenuhi target diatas 100 kg, maka dari sampah2 tersebut bisa dicairkan dalam bentuk uang loh. Untuk sekarang komunitas RBC hanya menerima 3 jenis sampah, yaitu sampah Organik, Sampah kertas dan sampah Botol. Jadi bagi yang berminat untuk menabungkan sampah yang ada di rumah bisa langsung menghubungi: Aqli, atau langsung datang ke Sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Himateklink) Gedung SC Fakultas Teknik Unlam Banjarbaru
Read more »

Kamis, 24 Maret 2011

Langkah sederhana dukung "Earth Hour" 2011

Jakarta (13/03)- Kampanye perubahan iklim global yang diinisiasi WWF, Earth Hour akan kembali digelar. Tahun ini adalah tahun ketiga pelaksanaan Earth Hour di Indonesia. Inisiatif ini mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak dipakai selama satu jam.
Earth Hour 2011 jatuh pada hari Sabtu 26 Maret 2011 pukul 20.30-21.30. Selain mengajak warga dunia untuk mematikan lampu secara sukarela pada waktu tersebut, kampanye Earth Hour kali ini juga bertujuan mendorong perubahan gaya hidup. Pesan kampanye Earth Hour 2011 tersebut direpresentasikan lewat simbol 60 +.
Pada intinya, kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan setiap individu bahwa bergaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di Earth Hour saja, lebih jauh lagi, aksi sederhana itu harus pula diikuti dengan perilaku sehari-hari untuk secara efektif mengurangi gas rumah kaca serta menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Sebagai wujud partisipasi Anda pada Earth Hour 2011, berikut tujuh langkah sederhana yang dapat Anda lakukan:
  1. Daftarkan dukungan dan partisipasi Anda dihttp://www.wwf.or.id/earthhour. Melalui petisi global ini, Anda secara tertulis menyatakan komitmen untuk berpartisipasi mematikan lampu selama satu jam saat Earth Hour serempak dilaksanakan.
  2. Ikut membantu menyerbarluaskan informasi tersebut ke jejaring Anda. Unduh materi kampanye Earth Hour 2011 dihttp://www.earthhour.wwf.or.id/download2011.php
  3. Bergabung bersama pendukung EARTH HOUR di seluruh Indonesia di:
  4. Mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya pada Sabtu, 26 Maret 2011 pukul 20.30-21.30
  5. Aktif memposting artikel Anda di blog Earth Hour:http://earthhour.wwf.or.id/post_article.php
  6. Kreasikan lampion “Earth Hour” Anda seraya menyebarkan pesan lingkungan. Kunjungi tautan berikut:http://www.earthhour.org/kids/MakeALantern.aspx
  7. Unggah foto dan video momen Earth Hour Anda di flickr dan YouTube Earth Hour Indonesia, dengan mengirimkannya ke:earthhourindonesia@gmail.com
Jadi bagian dari aksi global untuk perubahan iklim.
“Matikan lampu pada 26 Maret 2011 selama satu jam, pukul 20.30-21.30...
Setelah satu jam, jadikan gaya hidup.”
Read more »

Hari Air Sedunia: Air dan Permasalahanya

Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 22 Maret. Inisiatif peringatan Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992
Kita mungkin beranggapan bahwa air yang kita pakai ada terus-menerus dari sumbernya tidak akan habis. Ada fakta seputar air yang menarik mengenai air di bumi ini yaitu jumlah total air yang ada di bumi ini saat ini relatif sama dengan jumlah total air saat bumi tercipta. Jumlahnya memang sama tapi yang berubah adalah bentuknya. Akan tetapi dari tahun ketahun kualias air tersebut terus menurun akibat adanya pencemaran. 
Menurut data, 70% permukaan bumi adalah air, yang mana dari semua air yang ada dimuka bumi hanya 3% yang merupakan air tawar dan sisanya 97 % merupakan air asin. Prosentasi air tawar tadi terbagi menjadi beberapa bentuk, yakni es, air tanah, air permukaan dan uap air, yang mana tidak semua air tawar layak untuk dijadikan air minum. 
Ketergantungan manusia akan air sampai sekarang tidak bisa tergantikan . Kita mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi tidak terlepas dari kebutuhan akan air, coba dihitung sendiri jumlahnya dari minum, mandi, mencuci dan kegiatan-kegiatan lainnya. Itu yang dihitung baru untuk kita sendiri belum lagi untuk seluruh penduduk di dunia ini saat ini. Dan bayangkan berapa banyak air yang dibutuhkan penduduk dunia 10, 20 atau 50 tahun mendatang, dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.
Kondisi dimana kebutuhan akan air terus meningkat setiap tahunnya ini, berbanding terbalik dengan kondisi kualitas air yang semakin menurun, akibat dari pencemaran. Kondisi ini tentu akan mengancam pemenuhan kebutuhan akan air dimasa yang akan datang. 
Di daerah Banjarmasin pemanfaatan air sungai pun kian terbatas, karena kadar pencemar yang telah melewati ambang batas, contohnya sungai Martapura pada tahun 2008 kandungan mercury (Hg) mencapai 5,876 padahal ambang batas normalnya hanya 0.001, besi (Fe) mencapai 16,209 ambang batas normalnya 0,3, dan Timbal (Pb) mencapai 0,125 ambang batas normal 0,3. Kandungan logam berat ini tidak akang hilang jika air hanya dipanaskan saja. 
Permasalahan air di kota besar tidak hanya mengenai kebutuhan akan air untuk keperluan kegiatan sehari-hari, tetapi juga masalah penanganan genangan air hujan. Air hujan yang seharusnya mengalir memalalui got atau saluran drainase lainnya, terhalang oleh tumpukan sampah, atau bahkan bangunan yang berdiri tidak sesuai tempatnya, sehingga mengakibatkan genangan. Yang mana genangan-genangan air ini akan mengurangi estetika keindahan, bahkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan penyakit. Belum lagi jika curah hujan tinggi sehingga dapat menimbulkan banjir yang tentu saja akan menimbulkan masalah baru.

Read more »

Senin, 21 Maret 2011

Hari Hutan Sedunia: Hutan, Sumber Kehidupan

Hari Hutan Sedunia?? Ada yang tau ga nih apa maksudnya??
Yupz Hari Hutan Sedunia emang ga sepopuler dengan Hari Bumi (22 April) tau Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) yang banyak dirayain ama kalangan aktivis kampus atau organisasi yang cinta akan lingkungan.

Hari Hutan Sedunia sebenarnya sudah dirayakan oleh masyarakat dunia sekitar 30 tahun belakangan ini. Tanggal perayaannya adalah 20 Maret tp ada beberapa sumber yang bilang 21 Maret, tp disini kita bukan mendebatkan masalah tanggal tersebut tapi bagaimana kita merefleksikan yang namanya Hari Hutan di kehidupan kita.

Hutan = Air
Hidup kita tidak akan pernah lepas dengan namanya air, saking pentingnya masyarakat dunia biasanya juga merayakan  Hari Air Sedunia setiap tanggall 22 Maret. Trus apa hubungannya hutan dengan air?? kita tau sendiri Hutan merupakan tempat cadangan air tanah yg cukup besar, jika hutan tersebut telah rusak maka cadangan air juga akan bekurang bahkan pada musim penghujan akan menyebabkan banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh berkurangnya kekuatan tanah untuk menyimpan air efek dari rusaknya hutan.

Hutan = O2
Kita bernapas dengan menghirup oksigen dan menghasilkan karbon diosida, pasti semua sudah tau, dan passti sudah tau juga siapa yang menghasilkan oksige buat kita tersebut?? Tanaman,  yupz itu merupakan salah satu penghasil oksigen terbesar. Nah sekarang tanaman tersebut semakin berkurang (efek berkurangnya luasan huta). apakah kalian bisa membayangkan suatu waktu nanti hutan telah habis siapa lagi yang menghasilkan oksigen buat kita??

Luas Hutan Semakin Berkurang.
Yup emang sudah jadi rahasia umum luasan hutan yang ada di dunia semakin tahun semakin berkurang, baik itu sengaja dilakukan oleh manusia atau pun memang karena alam. Tapi faktor yang disenagaja oleh manusia lah yang sangat meraja lela, baik itu pembukaan hutan untuk perumahan, perusahaan, pertanian, perkebuhan bahkan pertambangan, yang tentunyatidak akan bisa kita kembalikan seperti semula lagi.

Dari berbagai sumber.
Read more »

Jumat, 23 April 2010

Earth Day 2010

Eart Day atau Hari Bumi diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya secara internasional. Earth-Day/Hari-Bumi dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat diatas khatulistiwa yang sering disebut Maret Equinox.

Earth-Day, Earth-Week, Earth-Hour dan berbagai kegiatan lain adalah bentuk dari kesadaran beberapa orang untuk mengajak orang lain peduli dengan BUMI tempat kita tinggal ini. Secara hal yang lebih kecil yang diinginkan dari setiap kegiatan tersebut adalah menjaga lingkungan sekitar kita agar tetap lestari, bersih tanpa polutan diiringi dengan melakukan hemat energi di berbagai bidang. Pemikiran yang lebih besarnya lagi adalah upaya penghematan Sumber Daya Alam dimana pun, kapan pun, dengan cara apa pun.
Read more »

Senin, 08 Juni 2009

SELAMAT HARI LINGKUNGAN SEDUNIA KE-37

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, penetapannya dimulai sejak tahun 1972 yang artinya tahun ini merupakan yang ke-37 melalui Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Pada tahun yang sama dibentuk UNEP (United Nations Environment Program) yang bertanggung jawab terhadap peringatan World Environment Day setiap tahunnya di berbagai negara.
Dan dengan ini saya selaku mahasiwa Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Kal-Sel mewakili seluruh teman-teman yang ada di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNLAM mengucapkan “SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA” save our eart.... go green....go Enviro Squad....
Read more »

Kamis, 19 Maret 2009

IMTLI Ajarkan Cara Daur Ulang Kertas

Edukasi Zero Waste IMTLI dan Kementrian LH dalam Event Java Jazz Music Festival 2009

IMTLI (Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia) – periode ini kepengurusan dipegang oleh Mahasiswa Teknik Universitas Trisakti - memperkenalkan teknik daur ulang kertas yang sangat bermanfaat buat masyarakat luas. Teknik daur ulang kertas ini sangat sederhana dan cukup efektif bagi para pelajar, mahasiswa hingga karyawan dalam menyiasati kebutuhan kertas tulis sehari-hari. Perlu diketahui bahwa 20,5% total sampah warga Jakarta adalah sampah kertas !
IMTLI juga terlibat dalam acara International Java Jazz Music Festival pada tanggal 6-8 Maret 2009 dalam partisipasinya mempromosikan Zero Waste Management yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI. Selama acara Java Jazz berlangsung, pihak IMTLI ikut terlibat dalam menampung ribuan sampah organik dan non-organik yang berasal dari ribuan pengunjung termasuk kalangan musisi. Kemudian sampah-sampah tersebut diproses menjadi aneka produk daur-ulang sampah. Tentunya produk tersebut bernilai ekonomis.


[Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh IMTLI selama acara Java Jazz Festival 2009]

Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh IMTLI selama acara Java Jazz Festival 2009
Di bawah ini dijelaskan cara dan alat yang dibutuhkan untuk daur-ulang kertas versi IMTLI, yakni sbb:

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :

1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.
5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas.
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam.
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus.
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan.
13. SARINGAN TEH BESAR.
14. KAIN LAP.

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang:

1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.
2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.
3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan potongan kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.
4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, ke dalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.
5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.
6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.
7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.

from :http://www.wargahijau.org/index.php?option=com_content&view=article&id=174:imtli-ajarkan-cara-daur-ulang-kertas&catid=7:green-product&Itemid=12
Read more »

Jumat, 19 Desember 2008

Salut buat HMJTL Trisakti


Sambutan yang diberikan tuan rumah terhadap peserta sangat baik, mulai dari penjemputan peserta dari Bandara atau Stasiun-stasiun tempat para peserta pertama menginjakkan kakinya di ibukota negara tersebut. Tidak kenal waktu, dini haripun jika peserta datang, maka dengan semangat silaturrahmi yang kuat peserta tersebut akan dijemput. Dukungan universitas trisakti sendiri dapat kita acungi jempol buat kegiaatan mahasiswanya ini, mulai pendanaan, fasilitas ataupun sumbangan pikiran diberikan agar Kongres IMTLI ini dapat berjalan dengan baik. Hal yang menarik ialah rata-rata panitia adalah kaum hawa, bagi pesertapun punya tanggapan terhadap tentang itu diantaranya beranggapan “kok cewek semua ya, cowoknya pada kemana”. Terlepas dari semua itu, panitia adalah sebuah tim, kuatnya sebuah tim berawal dari individu-individu dari masing-masing panitia. Pada akhirnya lepas dari beberapa kekurangan yang ada secara umum peserta merasa puas dan salut buat HMJTL trisakti khususnya buat kaum hawanya.

Acara yang sangat melelahkan, terkadang para peserta terbayang sebagai wakil rakyat(DPR) yang rapat seharian, masuk pagi keluar malam. Tapi apalah daya kami memang wakil rakyat yang mewakili daerah untuk menyampaikan ide/gagasan demi keberlangsungan IMTLI kedepan. Dalam 3 hari tersebut akhirnya menjadikan Rifky dari Universitas Trisakti sebagai ketua IMTLI periode 2008/2009. Ketua yang terpilih baru beberapa hari ini belum menunjukkan taringnya. Himpunan menunggu aksi nyata dari seorang figur ketua IMTLI untuk memimpin organisasi ini.

Berpindah ke media lain, milis. Pestaphoria kongres belum juga habis, secara rasional hal yang banyak dibahas setelah terpilihnya ketua baru adalah program kerja, rencana kerja kedepan, koordinasi dengan wilayah-wilayah, susunan pengurus dan hal lain-lain yang perlu guna terbentuknya kepengurusan yang solid dan berhulu ledak tinggi yang dapat membumbungkan nama IMTLI dan keprofesian teknik lingkungan. Tapi apalah daya secara lapangan menunjukkan hasil yang berbeda, “tuan rumah kongres IMTLI” selanjutnya menjadi suatu yang menarik untuk dibahas berbagai usulan pendapat serta polling pun digelar demi menyemarakkan agenda tersebut.

Tapi kami lupa, ada agenda besar yang harus dibahas. AD/ART, Surat Ketetapan dan hasil kongres lainnya belum sampai ke masing-masing anggota IMTLI. Menunggu, menunggu hal itulah yang dilakukan oleh anggota, tapi sampai kapan........?

Dari sudut pandang yang aneh, terilhami dari sebuah iklan “masa jeruk, minum jeruk”


from:

http://bulekbasandiang.blogspot.com/2008/12/salut-buat-hmjtl-trisakti.html

Read more »

Kongres Mahasiswa Teknik Lingkungan 2008

Seperti apa program studi Teknik Lingkungan di perguruan tinggi bisa jadi tidak banyak yang tahu dengan benar. Padahal program studi ini dapat memberikan kontribusi yang tinggi terhadap penyelesaian masalah lingkungan. Apalagi pembicaraan mengenai isu lingkungan dan pemanasan global tengah marak terjadi. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di tingkat dunia.

Hal inilah yang menjadi salah satu dasar pelaksanaan Kongres Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) 2008 di Universitas Trisakti Jakarta beberapa waktu lalu. Ketua Pelaksana Kongres Ketiga itu, Diah Restu Lestari mengatakan, acara ini merupakan inisiasi dari Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan (HMJTL) Universitas Trisakti.

Selain untuk sosialisasi program studi Teknik Lingkungan, ujar Diah, acara ini juga untuk menyikapi kondisi lingkungan saat ini. Antara lain dampak pemanasan global yang tidak bisa dielakan oleh seluruh manusia di dunia, termasuk Indonesia.

Sepersepuluh penduduk bumi atau 634 juta orang yang tinggal di dekat laut, lanjut Diah, akan tenggelam ketika es di kutub bumi mencair akibat pemanasan global. Data ini merupakan hasil penelitian International Institute for Environment and Development Britinia bekerjasama dengan City University of New York dan Colombia University.

''Perkiraan yang menyatakan Indonesia juga akan terkena dampak dari pemanasan global seharusnya dijadikan peringatan dini bagi semua elemen. Sehingga dapat mulai merenungkan kembali masalah lingkungan dan tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang justru memperparah dampak lingkungan,'' jelas Diah.

Pada acara tersebut mahasiswa program studi Teknik Lingkungan dari seluruh Indonesia berkumpul dan berbicara mengenai masalah lingkungan. Sekaligus memberikan jalan tengah bagi dua kepentingan yang sering berbenturan, yaitu pembangunan dan lingkungan.

Kongres ketiga IMTLI itu dikuti oleh 180 peserta dari 13 perguruan tinggi di Jawa, Sumatera, dan kalimantan yang memiliki program studi Teknik Lingkungan.

Perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Trisakti, Universitas Sahid, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pasundan, Universitas Diponegoro, Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Institut Teknologi Nasional Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, UPN Veteran Surabaya, Universitas Andalas Padang, dan Universitas Mulawarman Samarinda.

''Menurut data kami, terdapat sekitar 21 perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki program studi Teknik Lingkungan. Sayangnya, belum semua bisa ikut kongres IMTLI,'' ungkap Diah.

Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari penetapan AD/ART hingga pemilihan Ketua IMTLI periode 2008/2009. Pada hari pertama, kongresi diisi dengan diskusi panel bertema 'Kesinambungan Lingkungan dan Pembangunan: Tantangan dan Peluang' dengan peserta dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Dewan Pakar Ikatan Profesional Lingkungan Hidup Indonesia, dan LSM Dana Mitra Lingkungan.

Pada hari kedua diisi dengan ceramah yang menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI dan pejabat Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Diah menjelaskan, sengaja mengundang pemerintah dan DPR. Dengan begitu, diharapkan dapat memperlancar komunikasi untuk terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan di Indonesia. ''Dengan hadirnya pemerintah dan pembuat kebijakan, rekomendasi terkait isu lingkungan dapat langsung kami berikan,'' ungkap Diah.



From :

http://www.republika.co.id/koran/131/17544.html



Read more »

 
Powered by Blogger