This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 07 Juni 2011
Hari Lingkungan Hidup 2011
Kamis, 24 Maret 2011
Langkah sederhana dukung "Earth Hour" 2011
- Daftarkan dukungan dan partisipasi Anda dihttp://www.wwf.or.id/earthhour. Melalui petisi global ini, Anda secara tertulis menyatakan komitmen untuk berpartisipasi mematikan lampu selama satu jam saat Earth Hour serempak dilaksanakan.
- Ikut membantu menyerbarluaskan informasi tersebut ke jejaring Anda. Unduh materi kampanye Earth Hour 2011 dihttp://www.earthhour.wwf.or.id/download2011.php
- Bergabung bersama pendukung EARTH HOUR di seluruh Indonesia di:
- Fanpage Facebook: EARTH HOUR Indonesia:http://www.facebook.com/pages/Earth-Hour-Indonesia-2011-60/121017344633203
- Twitter: @EHIndonesia dengan #60plus;www.twitter.com/EHIndonesia
- Mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya pada Sabtu, 26 Maret 2011 pukul 20.30-21.30
- Aktif memposting artikel Anda di blog Earth Hour:http://earthhour.wwf.or.id/post_article.php
- Kreasikan lampion “Earth Hour” Anda seraya menyebarkan pesan lingkungan. Kunjungi tautan berikut:http://www.earthhour.org/kids/MakeALantern.aspx
- Unggah foto dan video momen Earth Hour Anda di flickr dan YouTube Earth Hour Indonesia, dengan mengirimkannya ke:earthhourindonesia@gmail.com
Hari Air Sedunia: Air dan Permasalahanya
Senin, 21 Maret 2011
Hari Hutan Sedunia: Hutan, Sumber Kehidupan
Yupz Hari Hutan Sedunia emang ga sepopuler dengan Hari Bumi (22 April) tau Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) yang banyak dirayain ama kalangan aktivis kampus atau organisasi yang cinta akan lingkungan.
Hari Hutan Sedunia sebenarnya sudah dirayakan oleh masyarakat dunia sekitar 30 tahun belakangan ini. Tanggal perayaannya adalah 20 Maret tp ada beberapa sumber yang bilang 21 Maret, tp disini kita bukan mendebatkan masalah tanggal tersebut tapi bagaimana kita merefleksikan yang namanya Hari Hutan di kehidupan kita.
Hutan = Air
Hidup kita tidak akan pernah lepas dengan namanya air, saking pentingnya masyarakat dunia biasanya juga merayakan Hari Air Sedunia setiap tanggall 22 Maret. Trus apa hubungannya hutan dengan air?? kita tau sendiri Hutan merupakan tempat cadangan air tanah yg cukup besar, jika hutan tersebut telah rusak maka cadangan air juga akan bekurang bahkan pada musim penghujan akan menyebabkan banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh berkurangnya kekuatan tanah untuk menyimpan air efek dari rusaknya hutan.
Hutan = O2
Kita bernapas dengan menghirup oksigen dan menghasilkan karbon diosida, pasti semua sudah tau, dan passti sudah tau juga siapa yang menghasilkan oksige buat kita tersebut?? Tanaman, yupz itu merupakan salah satu penghasil oksigen terbesar. Nah sekarang tanaman tersebut semakin berkurang (efek berkurangnya luasan huta). apakah kalian bisa membayangkan suatu waktu nanti hutan telah habis siapa lagi yang menghasilkan oksigen buat kita??
Luas Hutan Semakin Berkurang.
Yup emang sudah jadi rahasia umum luasan hutan yang ada di dunia semakin tahun semakin berkurang, baik itu sengaja dilakukan oleh manusia atau pun memang karena alam. Tapi faktor yang disenagaja oleh manusia lah yang sangat meraja lela, baik itu pembukaan hutan untuk perumahan, perusahaan, pertanian, perkebuhan bahkan pertambangan, yang tentunyatidak akan bisa kita kembalikan seperti semula lagi.
Dari berbagai sumber.
Jumat, 23 April 2010
Earth Day 2010
Senin, 08 Juni 2009
SELAMAT HARI LINGKUNGAN SEDUNIA KE-37
Dan dengan ini saya selaku mahasiwa Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Kal-Sel mewakili seluruh teman-teman yang ada di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNLAM mengucapkan “SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA” save our eart.... go green....go Enviro Squad....
Kamis, 19 Maret 2009
IMTLI Ajarkan Cara Daur Ulang Kertas
Edukasi Zero Waste IMTLI dan Kementrian LH dalam Event Java Jazz Music Festival 2009IMTLI (Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia) – periode ini kepengurusan dipegang oleh Mahasiswa Teknik Universitas Trisakti - memperkenalkan teknik daur ulang kertas yang sangat bermanfaat buat masyarakat luas. Teknik daur ulang kertas ini sangat sederhana dan cukup efektif bagi para pelajar, mahasiswa hingga karyawan dalam menyiasati kebutuhan kertas tulis sehari-hari. Perlu diketahui bahwa 20,5% total sampah warga Jakarta adalah sampah kertas !
IMTLI juga terlibat dalam acara International Java Jazz Music Festival pada tanggal 6-8 Maret 2009 dalam partisipasinya mempromosikan Zero Waste Management yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI. Selama acara Java Jazz berlangsung, pihak IMTLI ikut terlibat dalam menampung ribuan sampah organik dan non-organik yang berasal dari ribuan pengunjung termasuk kalangan musisi. Kemudian sampah-sampah tersebut diproses menjadi aneka produk daur-ulang sampah. Tentunya produk tersebut bernilai ekonomis.

[Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh IMTLI selama acara Java Jazz Festival 2009]
Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh IMTLI selama acara Java Jazz Festival 2009
Di bawah ini dijelaskan cara dan alat yang dibutuhkan untuk daur-ulang kertas versi IMTLI, yakni sbb:
Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :
1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.
5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas.
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam.
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus.
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan.
13. SARINGAN TEH BESAR.
14. KAIN LAP.
Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang:
1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.
2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.
3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan potongan kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.
4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, ke dalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.
5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.
6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.
7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.
from :http://www.wargahijau.org/index.php?option=com_content&view=article&id=174:imtli-ajarkan-cara-daur-ulang-kertas&catid=7:green-product&Itemid=12
Jumat, 19 Desember 2008
Salut buat HMJTL Trisakti

Sambutan yang diberikan tuan rumah terhadap peserta sangat baik, mulai dari penjemputan peserta dari Bandara atau Stasiun-stasiun tempat para peserta pertama menginjakkan kakinya di ibukota negara tersebut. Tidak kenal waktu, dini haripun jika peserta datang, maka dengan semangat silaturrahmi yang kuat peserta tersebut akan dijemput. Dukungan universitas trisakti sendiri dapat kita acungi jempol buat kegiaatan mahasiswanya ini, mulai pendanaan, fasilitas ataupun sumbangan pikiran diberikan agar Kongres IMTLI ini dapat berjalan dengan baik. Hal yang menarik ialah rata-rata panitia adalah kaum hawa, bagi pesertapun punya tanggapan terhadap tentang itu diantaranya beranggapan “kok cewek semua ya, cowoknya pada kemana”. Terlepas dari semua itu, panitia adalah sebuah tim, kuatnya sebuah tim berawal dari individu-individu dari masing-masing panitia. Pada akhirnya lepas dari beberapa kekurangan yang ada secara umum peserta merasa puas dan salut buat HMJTL trisakti khususnya buat kaum hawanya.
Acara yang sangat melelahkan, terkadang para peserta terbayang sebagai wakil rakyat(DPR) yang rapat seharian, masuk pagi keluar malam. Tapi apalah daya kami memang wakil rakyat yang mewakili daerah untuk menyampaikan ide/gagasan demi keberlangsungan IMTLI kedepan. Dalam 3 hari tersebut akhirnya menjadikan Rifky dari Universitas Trisakti sebagai ketua IMTLI periode 2008/2009. Ketua yang terpilih baru beberapa hari ini belum menunjukkan taringnya. Himpunan menunggu aksi nyata dari seorang figur ketua IMTLI untuk memimpin organisasi ini.
Berpindah ke media lain, milis. Pestaphoria kongres belum juga habis, secara rasional hal yang banyak dibahas setelah terpilihnya ketua baru adalah program kerja, rencana kerja kedepan, koordinasi dengan wilayah-wilayah, susunan pengurus dan hal lain-lain yang perlu guna terbentuknya kepengurusan yang solid dan berhulu ledak tinggi yang dapat membumbungkan nama IMTLI dan keprofesian teknik lingkungan. Tapi apalah daya secara lapangan menunjukkan hasil yang berbeda, “tuan rumah kongres IMTLI” selanjutnya menjadi suatu yang menarik untuk dibahas berbagai usulan pendapat serta polling pun digelar demi menyemarakkan agenda tersebut.
Tapi kami lupa, ada agenda besar yang harus dibahas. AD/ART, Surat Ketetapan dan hasil kongres lainnya belum sampai ke masing-masing anggota IMTLI. Menunggu, menunggu hal itulah yang dilakukan oleh anggota, tapi sampai kapan........?
Dari sudut pandang yang aneh, terilhami dari sebuah iklan “masa jeruk, minum jeruk”
from:
http://bulekbasandiang.blogspot.com/2008/12/salut-buat-hmjtl-trisakti.html
Kongres Mahasiswa Teknik Lingkungan 2008
Seperti apa program studi Teknik Lingkungan di perguruan tinggi bisa jadi tidak banyak yang tahu dengan benar. Padahal program studi ini dapat memberikan kontribusi yang tinggi terhadap penyelesaian masalah lingkungan. Apalagi pembicaraan mengenai isu lingkungan dan pemanasan global tengah marak terjadi. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di tingkat dunia.
Hal inilah yang menjadi salah satu dasar pelaksanaan Kongres Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) 2008 di Universitas Trisakti Jakarta beberapa waktu lalu. Ketua Pelaksana Kongres Ketiga itu, Diah Restu Lestari mengatakan, acara ini merupakan inisiasi dari Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan (HMJTL) Universitas Trisakti.
Selain untuk sosialisasi program studi Teknik Lingkungan, ujar Diah, acara ini juga untuk menyikapi kondisi lingkungan saat ini. Antara lain dampak pemanasan global yang tidak bisa dielakan oleh seluruh manusia di dunia, termasuk Indonesia.
Sepersepuluh penduduk bumi atau 634 juta orang yang tinggal di dekat laut, lanjut Diah, akan tenggelam ketika es di kutub bumi mencair akibat pemanasan global. Data ini merupakan hasil penelitian International Institute for Environment and Development Britinia bekerjasama dengan City University of New York dan Colombia University.
''Perkiraan yang menyatakan Indonesia juga akan terkena dampak dari pemanasan global seharusnya dijadikan peringatan dini bagi semua elemen. Sehingga dapat mulai merenungkan kembali masalah lingkungan dan tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang justru memperparah dampak lingkungan,'' jelas Diah.
Pada acara tersebut mahasiswa program studi Teknik Lingkungan dari seluruh Indonesia berkumpul dan berbicara mengenai masalah lingkungan. Sekaligus memberikan jalan tengah bagi dua kepentingan yang sering berbenturan, yaitu pembangunan dan lingkungan.
Kongres ketiga IMTLI itu dikuti oleh 180 peserta dari 13 perguruan tinggi di Jawa, Sumatera, dan kalimantan yang memiliki program studi Teknik Lingkungan.
Perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Trisakti, Universitas Sahid, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pasundan, Universitas Diponegoro, Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Institut Teknologi Nasional Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, UPN Veteran Surabaya, Universitas Andalas Padang, dan Universitas Mulawarman Samarinda.
''Menurut data kami, terdapat sekitar 21 perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki program studi Teknik Lingkungan. Sayangnya, belum semua bisa ikut kongres IMTLI,'' ungkap Diah.
Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari penetapan AD/ART hingga pemilihan Ketua IMTLI periode 2008/2009. Pada hari pertama, kongresi diisi dengan diskusi panel bertema 'Kesinambungan Lingkungan dan Pembangunan: Tantangan dan Peluang' dengan peserta dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Dewan Pakar Ikatan Profesional Lingkungan Hidup Indonesia, dan LSM Dana Mitra Lingkungan.
Pada hari kedua diisi dengan ceramah yang menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI dan pejabat Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Diah menjelaskan, sengaja mengundang pemerintah dan DPR. Dengan begitu, diharapkan dapat memperlancar komunikasi untuk terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan di Indonesia. ''Dengan hadirnya pemerintah dan pembuat kebijakan, rekomendasi terkait isu lingkungan dapat langsung kami berikan,'' ungkap Diah.
From :
http://www.republika.co.id/koran/131/17544.html






