Tabloid PULSA

Kamis, 19 Maret 2009

IMTLI Ajarkan Cara Daur Ulang Kertas

Edukasi Zero Waste IMTLI dan Kementrian LH dalam Event Java Jazz Music Festival 2009

IMTLI (Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia) – periode ini kepengurusan dipegang oleh Mahasiswa Teknik Universitas Trisakti - memperkenalkan teknik daur ulang kertas yang sangat bermanfaat buat masyarakat luas. Teknik daur ulang kertas ini sangat sederhana dan cukup efektif bagi para pelajar, mahasiswa hingga karyawan dalam menyiasati kebutuhan kertas tulis sehari-hari. Perlu diketahui bahwa 20,5% total sampah warga Jakarta adalah sampah kertas !
IMTLI juga terlibat dalam acara International Java Jazz Music Festival pada tanggal 6-8 Maret 2009 dalam partisipasinya mempromosikan Zero Waste Management yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI. Selama acara Java Jazz berlangsung, pihak IMTLI ikut terlibat dalam menampung ribuan sampah organik dan non-organik yang berasal dari ribuan pengunjung termasuk kalangan musisi. Kemudian sampah-sampah tersebut diproses menjadi aneka produk daur-ulang sampah. Tentunya produk tersebut bernilai ekonomis.


[Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh IMTLI selama acara Java Jazz Festival 2009]

Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh IMTLI selama acara Java Jazz Festival 2009
Di bawah ini dijelaskan cara dan alat yang dibutuhkan untuk daur-ulang kertas versi IMTLI, yakni sbb:

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :

1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.
5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas.
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam.
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus.
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan.
13. SARINGAN TEH BESAR.
14. KAIN LAP.

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang:

1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.
2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.
3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan potongan kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.
4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, ke dalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.
5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.
6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.
7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.

from :http://www.wargahijau.org/index.php?option=com_content&view=article&id=174:imtli-ajarkan-cara-daur-ulang-kertas&catid=7:green-product&Itemid=12
Read more »

Selasa, 10 Maret 2009

BAKTERI COLIFORM

Menurut hasil penelitian, sebagian air tanah yang ada di beberapa kota tercemar bakteri coliform, e-coli, dan salmonella. Bahkan beberapa sampel air terdeteksi mengandung logam berat cadmium. Air yang akan dikonsumsi manusia seharusnya tak mengandung bakteri coliform. Sejatinya, bakteri coliform tidak bisa diremehkan. Mikrobiologi ini merupakan kelompok besar dari beberapa bakteri penyakit, seperti escheria coli dan enterrobacter aerogenes. Biasanya, bakteri ini berasal dari kotoran manusia ataupun hewan.

Dosen yang expert di bidang mikrobiologi mengatakan, pada air yang tidak higienis biasanya masih terdapat bakteri E. coli dan semacam bakteri Coliform. Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas (toksik) jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. coli dan karena E. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. coli sering disebut sebagai coliform fekal, Aerobacter aerogenes, dan Eschericia freundii. Sifat bakteri golongan coliform adalah berbentuk batang, tidak dapat membentuk spora, gram negatif, hidup aerob atau anaerob fakultatif, dan dapat meragikan laktosa dengan membentuk gas.

Mikroba seperti Coliform dan E.coli, sebenarnya akan aman apabila ada di tubuh kita, karena bakteri E.coli sendiri sebenarnya ada dalam organ pencernaan kita. Tapi apabila bakteri E.coli dan Coliform yang terminum dari air yang tidak bersih itu bakal berbahaya. Karena air yang tercemar coliform dapat mengakibatkan penyakit-penyakit saluran pernafasan

Pemeriksaan bakteriologis air bersih ditujukan untuk melihat adanya kemungkinan pencemaran oleh kotoran maupun tinja. Karena uji E. coli yang kompleks, maka beberapa standar, misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI), mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli , karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. coli , tetapi mungkin juga tidak mengandung E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform, maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat perbedaan persyaratan coliform dan E. coli . Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2.4>3 , tetapi syarat E. coli tentunya lebih ketat yaitu <>3 dalam 100 ml.

Untuk mengetahui jumlah Coliform didalam sampel biasanya digunakan metode MPN (Most Probable Number) dengan cara fermentasi tabung ganda. Metode ini lebih baik bila dibandingkan dengan metode hitungan cawan karena lebih sensitif dan dapat mendeteksi Coliform dalam jumlah yang sangat rendah di dalam sampel.

Hasil penelitian terhadap air sumur yang berasal dari air sumur bor tidak mengalami pencemaran oleh bakteri, sehingga air sumur bor dapat dikonsumsi menjadi air minum. Untuk air yang berasal dari sumur gali sebagian besar tercemar oleh bakteri E.Coli dan bakteri Coliforms, sehingga air sumur yang berasal dari sumur gali sebagian tidak boleh dikonsumsi menjadi air minum. Bakteri coliform lebih banyak pada air permukaan yang berhubungan dengan pembuangan kotoran manusia.

Sumber dari Bakteri coli tinja (Fecal coliforms) adalah sebagai berikut:

- limbah domestik: 106-1010 (MPN/100ml)

- efluen tangki septic tank: 105-107 (MPN/100ml);

Read more »

PENGGUNAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA PEMBANGUNAN

PENGGUNAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM (GIS)
PADA PEMBANGUNAN

MAHFUZ IDAFI
dafi017_telink07@yahoo.co.id
S-1 TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKUARAT

Abstrak
GIS merupan sebuah system komputer mampu penerapan, menyimpan, manipulasi, dan menampilkan secara geografis referensi Informasi. Peluang penggunaan sitem GIS sangat terbuka lebar disemua bidang baik dinegara maju maupun dinegara berkembang.
Makalah ini membahas beberapa dari unsur-unsur pendukung dari sitem GIS dan penerapannya pada kehidupan nyata dalam perencanaan pembangunan wilayah melalui studi kasus.
Kata Kunci: GIS, Penggunaan system GIS, Pembangunan wilayah


1. Pendahuluan
Geographical Information System (GIS) adalah sistem berbasis komputer yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, menganalisa dan menyajikan data spasial. GIS memberikan perwakilan informasi elektronik,yang disebut data spasial, tentang alam bumi dan fitur buatan manusia. Referensi GIS adalah data spasial unsur dunia nyata yang diubah ke sistem koordinat. Fitur tersebut dapat dipisahkan ke dalam beberapa lapisan. Sistem GIS menyimpan setiap informasi dalam kategori terpisah "lapisan" untuk kemudahan pemeliharaan, analisis, dan visualisasi. Misalnya, lapisan dapat mewakili karakteristik daerah, data sensus, demografi informasi, data lingkungan dan ekologi, jalan, penggunaan tanah, sungai dan drainase bantaran sungai, dan habitat satwa langka. Berbagai aplikasi membuat dan menggunakan berbagai lapisan. GIS juga dapat menyimpan data atribut, yang deskriptif informasi dari fitur peta. Informasi atribut tersebut dimasukkan ke dalam database terpisah dari data grafis tetapi terhubung kesistemnya. GIS memungkinkan pemeriksaan tata ruang dan data atribut pada waktu yang sama. GIS juga memungkinkan pengguna mencari data atribut dan berhubungan kedata spasial. Oleh karena itu, yang dapat menggabungkan GIS geografis dan jenis lain untuk menghasilkan data peta dan laporan, yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan, mengelola, dan menginterpretasi berdasarkan informasi lokasi dalam rencana dan sistematis. Singkatnya, sebuah GIS dapat didefinisikan sebagai sistem komputer mampu penerapan, menyimpan, manipulasi, dan menampilkan secara geografis referensi informasi.
GIS sistem yang dinamis dan ijin cepat update, analisis, dan layar. GIS menggunakan data dari berbagai sumber beragam seperti satelit gambar-gambar, foto udara, peta, survei tanah, dan global positioning sistem (GPS).

2. Jenis-jenis GIS
GIS tidak harus eksklusif. Sitem GIS dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis diantaranya sebagai berikut:
a. GIS empat dimensi
b. GIS multimedia / hypermedia
c. GIS web
d. GIS virtual kenyataan
Subsistem data input memungkinkan pengguna untuk menangkap, mengumpulkan, dan membentuk tata ruang dan data tematik ke dalam bentuk digital. Data masukan biasanya berasal dari kombinasi keras salinan peta, foto udara, gambar pengindraan jauh , laporan, survei dokumen, dan lain-lain.
1) Jenis data GIS
Data-data GIS berisi peta dari berbagai tingkat detail (peta dari daerah, peta utama kota dan desa, peta dari arkeologi dan situs sejarah dan lain-lain), foto tempat dan monumen, gambar, teks (dalam banyak bahasa), musik dan suara.
Untuk lebih kompleks aplikasi, data multimedia didapat dari gambar-gambar, pengindraan jauh, peta discan, digitasi video klip, DTMs, satu atau lebih dimensi pengukuran, simulasi model keluaran dan lain-lain. Kebanyakan dari mereka adalah benda rumit, yang memiliki volumedata yang besar, pengolahan intensif dan persyaratan
kaya semantik.
Dasar jenis data dalam GIS mencerminkan data tradisional yang ditemukan pada peta. Dengan demikian, GIS memanfaatkan teknologi dua jenis data dasar, yaitu:
- Data spasial, yang mutlak dan menjelaskan relatif lokasi geografis fitur.
- Data atribut, menggambarkan data karakteristik dari tata ruang fitur. Karakteristik tersebut berupa kuantitatif dan atau kualitatif di alam. Data atribut sering disebut sebagai data datar.
2) Sumber Data
Berbagai jenis dari sumber data yang ada untuk kedua tata ruang dan data atribut. Yang paling umum umum untuk sumber data spasial adalah:
• Hard copy peta
• Foto udara
• Gambar-gambar dari pengindraan jauh
• Point data sampel dari survei
• Data digital yang ada file
Data spasial Ini biasanya dalam bentuk analog dan harus diubah ke bentuk digital sebelum dapat digunakan.
Data atribut bahkan memiliki banyak jenis sumber data. Setiap tekstual atau datar dari data dapat menjadi referensi ke fitur geografis, misalnya titik, baris, atau daerah, dapat menjadi masukan GIS. Atribut data biasanya input manual oleh pemakai atau melalui pemuat utilitas massal dari perangkat lunak DBMS.
3) Edit Data dan Jaminan Kualitas
Mengedit data dan verifikasi adalah dalam nenanggapi kesalahan yang muncul selama Encoding dari tata ruang dan non-data spasial. Mengedit dari data spasial adalah memerlukan waktu, proses interaktif yang dapat mengambil panjang, jika tidak lagi, dari data masukan proses itu sendiri.

3. Aplikasi GIS dari Multimedia
Ada beberapa penggunaan system GIS yang sering kita liat di antaranya sebagai berikut:
a. Pendidikan
b. Mapmaking
c. Informasi Tanah
d. Infrastruktur dan Utilitas
e. Lingkungan
f. Arkeologi
g. Bencana Alam
h. Kehutanan
i. GIS Militer
j. Kelautan
k. Pengairan
l. GIS di pertanian dan tanah

4. GIS dan Analisis Tata Ruang di Perkotaan
Tata ruang dan analisis GIS memerlukan investasi besar di staf dan waktu yang cukup untuk menyediakan data dalam format yang siap digunakan untuk analisis data rinci tata ruang. Banyak daerah perkotaan dan kantor statistik dan lembaga penelitian telah cukup sumber daya untuk tugas ini. Fundamental untuk penggunaan SIG dan analisis tata ruang adalah ketersediaan data spasial. Data biasanya data ini terdiri dari dua jenis, yaitu: topografi dan atribut.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengarah kearah meningkatnya permintaan untuk referensi data spatial dan juga untuk para penyedia sering terkendala dengan komersial dan kerahasiaan masalah dan sering dikutip sebagai isu utama pengambat pengembangan GIS.
Pada daerah tertentu GIS juga digunakan pada pelestarian lingkungan di daerah perencanaan pembangunan Karena Urbanisasi selalu menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati. Manusia peluasan pemukiman, kebutuhan konversi alam lingkungan untuk perkotaan atau pedesaan sering menggunakan lead untuk tetap aman hilangnya habitat spesies bernilai dari satwa liar. Yang unconstrained pertumbuhan kota dalam bentuk perkotaan telah mengakibatkan melorot keanekaragaman hayati suatu wilayah binatang dan vegetasi. Akuatik lingkungan juga telah terpengaruh . Stream aliran sungai yang telah diubah dari alam untuk perkotaan telah diukur untuk memiliki perubahan signifikan dalam hidrologi, geomorphology, dan ekologi umum sehingga mengurangi populasi ikan dan serangga.
Perencanaan di daerah perkotaan, GIS tersebut dimanfaatkan untuk amalgamate data dari berbagai departemen dalam satu sistem umum. Dalam pemerintah kota, GIS memfasilitasi sejumlah fungsi untuk berbagai departemen. Pada awalnya GIS menggunakan USD sederhana untuk menampilkan hubungang dari lapisankadaster , yang plotting pada plotter masing-masing bidang dalam batas-batas kota .
Dalam perencanaan pemanfaatan lahan, ketersediaan sumber data seperti digital
ketinggian model, spasial database, dan gambar-gambar jauh meningkat. Sebagai kemampuan komputer untuk menangani volume data yang besar juga telah meningkat, penerapan SIG untuk menganalisis tren geografis atas ruang dan waktu lends sendiri untuk digunakan lebih sering. Tanah-menggunakan analisis dari citra satelit adalah dasar teknik SIG untuk perencana daerah yang akan datang untuk menilai letak perkotaan.
Kemampuan untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber merupakan mendefinisikan karakteristik dari GIS. Penilaian keanekaragaman hayati, satwa liar modeling, studi vegetasi, dan analisis sensitivitas semua jenis lingkungan GIS sistem lingkungan yang memerlukan set data besar pada skala regional.

5. Studi Kasus
Australian Spatial Data Directory adalah inisiatif nasional didukung oleh semua pemerintah di bawah naungan ANZLIC. Direktori adalah alat untuk meningkatkan penemuan data untuk data spasial untuk industri, pemerintah, pendidikan dan masyarakat umum melalui dokumentasi efektif, iklan dan distribusi. Direktori menghubungkan pemerintah dengan komersial node di setiap Negara / Wilayah dan data spasial lembaga dalam Kerajaan Persekutuan.
Direktori merupakan komponen penting dari ASDI, dan memasukkan data informasi tentang (metadata) dari semua wilayah hukum. Direktori diluncurkan pada tahun 1998 dan telah terus berkembang sejak di isi untuk menjadi kunci sumber informasi spasial di Australia. Saat ini terdapat 19 node terpisah, atau individu terhubung ke database direktori dengan lebih dari 40.000 individu metadata masukan. Teknologi yang digunakan untuk ASDD adalah Z39.50 pencarian dan pembacaan protokol yang saat dikombinasikan dengan World Wide Web menyediakan metode pencarian sederhana, dan penemuan kembali dari data spasial. Direktori ini juga kompatibel dengan US Clearinghouse Jaringan dan catatan yang dicari melalui jaringan ini. Direktori adalah dipelihara dan dikembangkan oleh Kerajaan Persekutuan atas nama ANZLIC Koordinasi Nasional melalui Group. Grup ini terdiri dari sebuah konsorsium Federal Instansi pemerintah, yaitu Australia Survei Kelompok Informasi dan Tanah (AUSLIG), Jaringan Informasi Sumber Daya Lingkungan (ERIN) dengan Biro Lingkungan Hidup dan Ilmu Pedesaan Australia (BRS).
Pada bulan Mei 1995 Commonwealth Pesisir perlu mengambil kebijakan untuk metetapkan membentuk Atlas Pesisir Australia (ACA) untuk membantu meningkatkan pengetahuan tentang zona pantai Australia, dan dengan demikian memberikan suara dasar informasi untuk mendukung keputusan untuk pengelolaan daerah pesisir. Proyek ACA melibatkan:
• Membangun kemitraan dengan laut dan pantai dan badan-badan kerja sama untuk memberikan informasi kepada publik yang lebih luas;
• Meningkatkan pengelolaan data pesisir dan laut;
• Mengisi beberapa kesenjangan mendasar di laut dan pesisir data;
• Pengembangan protokol dan perangkat lunak untuk membantu membuat data tersedia melalui Internet;
Atlas Pesisir Australia (ACA) merupakan jaringan nasional laut dan pantai semua badan bekerja bersama-sama untuk memberikan informasi kepada publik melalui WWW. ACA yang terdiri dari jaringan badan sekitar Australia disebut "node". Semua buku telah diinstal baik dengan Atlas Australia atau perangkat lunak telah dikembangkan sendiri web perangkat lunak pemetaan. Penggunaan teknologi internet memungkinkan data dari setiap node yang akan diakses secara nasional maupun internasional dengan luas dasar pengguna tertarik di informasi pesisir. Tujuan utama dari ACA adalah untukmeningkatkan pengelolaan pesisir. Perkembangan Atlas Pesisir Australia dianggap sebagian solusi yang lebih baik pengelolaan pesisir dengan menyediakan landasan untuk:
• terpadu pengambilan keputusan dan pengembangan jangka panjang strategis untuk tanggapan masalah pesisir; dan
• meningkatkan manajemen data dan pertukaran informasi untuk mengaktifkan manajer untuk membuat keputusan informasi tentang penggunaan dan pengembangan pantai
Atlas Sumber Daya Alam Australian adalah kendaraan untuk menyampaikan informasi produk Nasional dan audit sumber daya. Informasi ini diatur oleh dan tunduk oleh geografi dengan subjek:
• Kawasan kepentingan misalnya air, tanah, vegetasi dan
• Topik yang menarik misalnya permukaan air, kualitas tanah
Dengan geografi:
• seluruh Australia
• Negara / Wilayah misalnya Victoria
• Regionalisation misalnya basins permukaan air, sementara daerah biogeographical
Informasi yang disajikan dapat berlangsung berupa peta, foto, teks penjelasan, angka informasi, grafik, grafik yang dikelola dalam database. Selain itu, beberapa peta yang link ke peta interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mencari informasi menggunakan state-of-the-art Web pemetaan teknik. Presentasi dari informasi yang dihasilkan secara dinamis oleh kembali informasi yang tepat dari database dan masuknya informasi yang diambil dalam tata letak template. Oleh karena itu Atlas adalah peningkatan sistem yang ditujukan untuk melayani kebutuhan pengelolaan sumber daya alam masyarakat baik untuk ke masa depan.
Selain di Australia contoh penggunaan GIS juga terdapat di Myanmar. Studi tentang profil penduduk serta utilitas air, sanitasi, dan pengelolaan limbah padat, yang mendukung proses yang menghasilkan masalah kesehatan. Tujuan akan dinyatakan dalam hal yang berhubungan dengan lingkungan peningkatan kesehatan.
Empat temuan utama dapat diperoleh dari studi. Pertama, pengelolaan data di atas kertas tidak dapat diandalkan; waktu limbah; dan mustahil untuk melakukan studi banding untuk menemukan out solusi visual. Kedua, dalam beberapa infrastruktur insufficiencies, pengelolaan sampa solid h adalah prioritas utama untuk kemajuan status kesehatan. Ketiga, sebuah perkiraan lalu lintas pada rute jarak jauh dari pusat kota final membuka situs dumping pada tahun 1939, 1999 dan tahun 2000 disorot alasan mengapa pekerja masalah dan kendaraan sekarang sehari. Analisis lokal tersebut dapat sangat diberikan pada keputusan yang lebih baik untuk perencanaan kota. Keempat, GIS dalam perencanaan, operasi dan tugas pemeliharaan merupakan kunci sukses untuk keseluruhan sistem kinerja untuk Lingkungan Pembangunan infrastruktur.



Kesimpulan
GIS pada dasarnya adalah menerapkan ilmu pengetahuan, dan saya percaya bahwa sementara vendor GIS, masyarakat, hardware dan software vendor, menyediakan fasilitas yang lebih baru, lebih baik dan lebih cepat teknologi alat, itu pada akhirnya, domain spesialis menerapkan alat yang menentukan dari negara pembuat.
Sistem Informasi Geografis dapat digunakan sebagai alat untuk giat perlindungan lingkungan dan perencanaan perkotaan. Membawa dua bidang bersama, dan memanfaatkan berbagai alat dan teknik, memungkinkan untuk bekerja keras untuk perencana melalui sebuah gunung kemungkinan data. Untuk perlindungan lingkungan hidup, kompleks analisis, seperti penilaian dampak lingkungan dan analisis sensitivitas, harus dilakukan dengan kaya dan data akurat. Di daerah perkotaan dan perencanaan, yang berhubung dgn kadaster lapisan set unit atas perencanaan yang guna lahan, properti penilaian, dan zonasi didasarkan pada perubahan. Menggabungkan guna lahan dengan studi penilaian lingkungan teknik dapat membantu dalam perlindungan satwa liar di skala regional. Pembangunan berkelanjutan upaya untuk mengimbangi sering bertentangan cita-cita pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas lingkungan.
Sesungguhnya mempertimbangkan dari informasi yang terkandung harus menyimpulkan bahwa, seringkali cukup besar, investasi oleh daerah kota dan kantor statistik kompilasi dan dalam jumlah besar-besaran spatially referensi dataset, dan tempat mereka terkait peneliti di posisi yang sangat kuat untuk manfaat dari saat ini pembangunan di daerah

Referensi
Bond, Derek. GIS and Spatial Analysis in Urban and Regional Research. University of Ulster at Coleraine

Nairn, Alister D. Australia’s Developing Gis Infrastructure –Achievements and Challenges From a Federal Perspective. Department of Industry, Science and Resources Australia

Sandar, Khin. Gis For Environmental Infrastructure Development: A Case Study Of Yangon, Myanmar. Japan

Silva, Carlos. Using GIS for Environmental Sustainability in Regional Planning. 2004
Prakash. Arul Geographical Information Systems- An Overview. Indian Institute of Information Technology




Read more »

Rabu, 04 Februari 2009

Sukseskan..................

Dukung kampanye perubahan iklim global WWF "Earth Hour"


informasi lebih lanjut klik disini
Read more »

Senin, 22 Desember 2008

KONGRES MAHASIWA TEKNIK LINGKUNGAN UNLAM

Selasa, 25 November 2008, Mahsiswa Teknik Lingkungan Universitas Lambung MAngkurat mengadakan Kongres pertama dalam pembentukan Himpunan Mahsiswa Teknik Lingkungan (HIMATEKLINK). Kongres ini dibuka oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UNLAM Bapak Syafruddin,MS.Sedangkan Ketua Pelaksana Kegiatan ini dalah saudara Yakuf Hidayat dari mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2007.



Dalam kongres yang berperan sebagai Presidium sidang sementara adalah saudara Ainal Muttaqin yang didampingi oleh saudara Muhammad Firmansyah dan Badri Muhamammad Afif. Mereka bertiga memimpin sidang 1 yang membahas tata tertib sidang dan juga sidang pemilihan Presidium Sidang.


Berdasarkan sidang 1 disepakati yang menjadi Prsisium sidang adalah saudara Aditya Helmi Montazeri yang didampingi oleh saudara Gusti Ali Mustaqim dan Ma'arij Harfadli. Mereka bertiga memipin sidang 2 yang membahas Anggran Dasar (AD), sidang 3 membahas Anggaran Rumah Tangga (ART), sidang 4 membahas Garis Besar Haluan Organisasi(GBHO),serta sidang 5 agenda paling penting yaitu pemilihan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa teknik Lingkungan UNLAM.


Berdasarkan sidang 5 yang sangat alot di sepakati bahwa yang terpilih sebagai Ketua Umum untuk periode pertama adalah saudara Adi Rizkiannoor yang langsung menyampaikan pidato awalnya.

Read more »

Sabtu, 20 Desember 2008

Kunjungan lapangan Ke PDAM Bandarmasih


Rabu, 12 Nonember 2008, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2007 mengadakan studi lapangan ke instalasi pengolahan air minum Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih di Banjarmasin yang difasilitasi oleh Yayasan Studi Pena;. Studi lapangan ini merupakan bagian dari program mata kuliah Mekanika FLuida. Diharapkan studi lapangan ini dapat menjadi pendukung teori tentang aliran Fluida yang di dapat di bangku kuliah.

PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin memiliki 2 instansi pengolahan air yaitu IPA I yang terletak di jalan Jendral A. Yani No. 12 Banjarmasin yang menggunakan air baku dari sungai Martapura, dan IPA II yang terletak di jalan Pramuka Km. 6 Banjarmasin dengan air baku yang berasal dari Sungai Pematang dan Sungai Tabuk. Air bersih hasil pengolahan PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin didistribusikan hampir keseluruh wilayah yang ada di Banjarmasin. Untuk meningkatkan distribusi air bersih dan pelayanan kepada masyarakat maka PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin mengupayakan dan mengoptimalkan debit air. Usaha yang ditempuh adalah dengan cara membangun instalasi pengolahan air secara selektif dan efisien.

Pengelolaan dan produksi air minum IPAM Serpong ini dilakukan oleh pihak daerah dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin.Saat ini kapasitas produnksi di IPA I mencapai 560 L/det dan kapasitas produnksi di IPA II mencapai 1.000 L/det. Dengan intake dari sungai Tabuk dan sungai Bilu.
Read more »

Jumat, 19 Desember 2008

bener ga sehhhh

Kenaren aq buka buka YA (Yahoo!Answers) gtu n nemu tulisan ini


ALASAN MAHASISWA / i GAK LULUS?
Jika saya lihat dari hitungan hari (baca: alasan) ini, sebenarnya bukan salah sang mahasiswa bila ia tidak lulus ujian, karena belajar pun ia tidak sempat…

Tahukah anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari yang kita tahu sebagai tahun akademik siswa… Mari kita hitung!

Hari Minggu
52 hari dalam setahun. Anda pasti tahu bahwa hari minggu itu adalah hari istirahat. Hari tersisa tinggal 313.

Hari Libur (Nasional maupun internasional)
Kurang lebih terdapat 13 hari libur dalam setahun, misalnya tahun baru, natal, dsb… Hari tersisa tinggal 300.

Libur Kuliah
Jelas semua mahasiswa akan libur dan tidak akan kuliah. Biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari.

Hari tersisa tinggal 240.
Tidur Yang paling baik adalah 8 jam sehari untuk kesehatan, jadi 120 hari terpakai. Hari tersisa tinggal 120.

Beribadah
Paling tidak 1 sampai 2 jam perhari kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 95.

Bermain
Hal yang paling baik untuk kesegaran dan kesehatan adalah bermain. Paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari. Hari tersisa tinggal 80.

Makan
Sekurang-kurangnya selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan atau minum, hilang lagi 30 hari. Hari tersisa tinggal 50

Berbicara
Jangan lupakan, bahwa manusia adalah mahluk sosial yang butuh berinteraksi dengan orang lain. Kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 hari terpakai lagi. Hari tersisa tinggal 35.

Sakit
Kitapun bisa sakit, baik ringan maupun berat. Itupun `kalau’ sakit, paling tidak 5 hari dalam setahun sudah cukup mewakili. Hari tersisa tinggal 30.

Ujian
Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester. Berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian. Hari tersisa tinggal 6.

Refreshing
Untuk menyegarkan pikiran, refreshing itu perlu. Nonton dan jalan-jalan paling tidak menghabiskan waktu 5 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 1.

Satu hari yang sisa itu khan HARI ULANG TAHUN….!!!
Masa’ harus belajar, sih?

Law gak percya itung az pake kalkulator...
BENER GAK....LAW BENER BINTANGX YAW


menurut aq benar juga sih alasannya.....


nah klo menurut kalian gmana....


kasih koment ya
Read more »

 
Powered by Blogger