Selasa, 10 Maret 2009

BAKTERI COLIFORM

Menurut hasil penelitian, sebagian air tanah yang ada di beberapa kota tercemar bakteri coliform, e-coli, dan salmonella. Bahkan beberapa sampel air terdeteksi mengandung logam berat cadmium. Air yang akan dikonsumsi manusia seharusnya tak mengandung bakteri coliform. Sejatinya, bakteri coliform tidak bisa diremehkan. Mikrobiologi ini merupakan kelompok besar dari beberapa bakteri penyakit, seperti escheria coli dan enterrobacter aerogenes. Biasanya, bakteri ini berasal dari kotoran manusia ataupun hewan.

Dosen yang expert di bidang mikrobiologi mengatakan, pada air yang tidak higienis biasanya masih terdapat bakteri E. coli dan semacam bakteri Coliform. Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas (toksik) jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. coli dan karena E. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. coli sering disebut sebagai coliform fekal, Aerobacter aerogenes, dan Eschericia freundii. Sifat bakteri golongan coliform adalah berbentuk batang, tidak dapat membentuk spora, gram negatif, hidup aerob atau anaerob fakultatif, dan dapat meragikan laktosa dengan membentuk gas.

Mikroba seperti Coliform dan E.coli, sebenarnya akan aman apabila ada di tubuh kita, karena bakteri E.coli sendiri sebenarnya ada dalam organ pencernaan kita. Tapi apabila bakteri E.coli dan Coliform yang terminum dari air yang tidak bersih itu bakal berbahaya. Karena air yang tercemar coliform dapat mengakibatkan penyakit-penyakit saluran pernafasan

Pemeriksaan bakteriologis air bersih ditujukan untuk melihat adanya kemungkinan pencemaran oleh kotoran maupun tinja. Karena uji E. coli yang kompleks, maka beberapa standar, misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI), mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli , karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. coli , tetapi mungkin juga tidak mengandung E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform, maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat perbedaan persyaratan coliform dan E. coli . Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2.4>3 , tetapi syarat E. coli tentunya lebih ketat yaitu <>3 dalam 100 ml.

Untuk mengetahui jumlah Coliform didalam sampel biasanya digunakan metode MPN (Most Probable Number) dengan cara fermentasi tabung ganda. Metode ini lebih baik bila dibandingkan dengan metode hitungan cawan karena lebih sensitif dan dapat mendeteksi Coliform dalam jumlah yang sangat rendah di dalam sampel.

Hasil penelitian terhadap air sumur yang berasal dari air sumur bor tidak mengalami pencemaran oleh bakteri, sehingga air sumur bor dapat dikonsumsi menjadi air minum. Untuk air yang berasal dari sumur gali sebagian besar tercemar oleh bakteri E.Coli dan bakteri Coliforms, sehingga air sumur yang berasal dari sumur gali sebagian tidak boleh dikonsumsi menjadi air minum. Bakteri coliform lebih banyak pada air permukaan yang berhubungan dengan pembuangan kotoran manusia.

Sumber dari Bakteri coli tinja (Fecal coliforms) adalah sebagai berikut:

- limbah domestik: 106-1010 (MPN/100ml)

- efluen tangki septic tank: 105-107 (MPN/100ml);

0 komentar:

 
Powered by Blogger